Definisi, Ciri-ciri dan Pengobatan Sindrom Haters ala Penulis


Pernah denger kalimat ini ? >> “My attitude is based on how you treat me” Pastinya udah sering kan? Kalau kalian tanya,penulis itu orangnya gimana sih? Penulis termasuk kedalam golongan kalimat tadi. Ada yang bilang galak sadis gila baik sombong pinter bodoh ramah etc. Kok bisa ya tanggepannya beda-beda,jadi yang bener mana? Penulis tidak mengatakan bahwa semua yang dikatakan orang itu salah,tapi gak semuanya juga bener. Jadi ketika penulis berlaku baik terhadap seseorang itulah cerminan seseorang telah memperlakukan penulis dengan baik. Pada dasarnya diri seorang penulis itu ceria,berperikehewanan .___. dan ceplas ceplos,cuma mukanya aja yang keliatan jutek.

Hingga suatu waktu dunia mengenalkan penulis dengan “Haters”. Ada yang belum tau haters itu apa? Menurut teori penulis yang udah belajar ilmu haters, definisi haters adalah sekumpulan orang dengan pemikiran dangkal yang memiliki rasa iri dengki dengan kehidupan orang lain dan mencoba menjatuhkan orang tersebut untuk mendapatkan rasa puas tersendiri. Oke tadi itu adalah teori asal asalan sang penulis alias gue. Dampak dari penulis yang terserang sindrom haters ini banyak, hidup penulis jadi agak kelabu,penulis yang dikenal hiperaktif jadi diem sejadijadinya,tiap doa pagi sering gak sengaja ngeluarin air dari mata (PENULIS GAK CENGENG,CUMA KEBAWA PERASAAN AJA). Merasa gak kuat ditanggung sendiri,penulis memulai cerita sama kakak. Cukup lega,walaupun tiap hari dipanas angetin kayak nasi di magicom sama haters.Akhirnya dari nasehat kakak dan teori haters yang udah di pelajari sama penulis,timbulah beberapa pertanyaan dan jawaban:

1.Kenapa sih ada haters?
-Karena kita tidak pernah bisa memaksakan semua orang untuk suka terhadap kita.
-Karena dibalik orang sukses ada banyak sekali haters.
-Karena perasaan manusia yang tidak pernah puas dan pencemburu.
-Perbedaan pemikiran/pandangan orang.
-Namun di sisi lain kita harus intropeksi diri, haters bisa muncul juga karena kesombongan kita,keangkuhan kita ataupun sisi negative kita yang tidak mau mengalah.

2.Seperti apa ciri ciri dari haters?
-Macem-macem sih modusnya. Yang jelas haters akan membuat kita down,berusaha mencari titik lemah kita,apapun yang kita lakukan sangat di perhatikan bahkan sampai hal terbodohpun,dan mereka akan tertawa paling keras ketika kita gagal.
-Seseorang yang tidak tau tentang kita namun seolah-olah mereka mengerti banyak tentang kita.
-Terkadang ada yang seolah-olah baik terhadap kita, atau baik kalau ada maunya.
Penuh dengan “seolah-olah”

3.Bagaimana cara menghadapi haters?
      Penulis belum tau sih gimana cara ampuh menghadapi haters. Mungkin beberapa tips ini dapat sedikit membantu kalian yang lagi terkena sindrom haters. Yang pertama,kontrol mulut,tarik nafas hembuskan (ini seriusan loh) jadi maksud dari penulis adalah kamu harus berfikir dulu sebelum berbicara,lebih baik lagi kalau kamu diam seolah-oalah tidak ada yang terjadi. Sabar dan jangan terpancing dengan perkataan mereka karena kalau kamu terpancing mereka akan merasa berhasil,intinya gak usah di tanggepin alias cuek. Dengan tidak di tanggapinya mereka,mereka akan malu dengan sendirinya(kalau punya malu) dan akhirnya capek. Jangan lupa juga intropeksi diri, kalau memang kamu punya salah maka perbaiki itu. Awalnya sih penulis nanggepin haters itu,eh karena semakin menjadi-jadi akhirnya beralih dengan tips yang di atas tadi.

4.Gimana perasaannya punya haters?
         Gak enaklah pasti ya. Penulis jadi sosok yang lebih diam dan ruang gerak penulis jadi sempit. Tapi dibalik semua itu penulis banyak sekali belajar. Belajar lebih sabar, mengkontrol emosi,tidak sembrono dalam bicara,menghargai orang lain jika ingin di hargai. Dan yang jelas penulis sangat bertrimakasih kepada haters, dengan munculnya kalian si penulis belajar banyak.

Hai haters,perlu diketahui bahwa sikap kalian sama saja dengan bullying. Penulis berharap kalian berhenti menjadi haters. Kalian tidak pernah tau apa yang korban kalian doakan untuk kalian. Dan untuk para korban haters,mungkin sulit bagi kita untuk “mengampuni dan mengasihi musuh” namun biarkan tangan Tuhan yang bekerja. 

Ups ,panjang ya postingannya. Postingan kali ini bukan cerita karangan, masih ingetkan kalo penulis itu gak jago ngarang? Ini bener real yang penulis rasakan dan lakukan. Sekian bhay bhay.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai